• Youtube
  • Instagram

Selasa, 28 Oktober 2025

PERMINTAAN MAAF


Permintaan maaf bukan hanya sekadar kata “maaf” yang diucapkan, tapi tentang bagaimana seseorang benar-benar menyesali apa yang telah dilakukannya. Bukan perkara mudah untuk meminta maaf, apalagi jika ego masih lebih tinggi dari hati. Tapi aku percaya, tak ada kata terlambat untuk menyesali kesalahan dan mencoba memperbaikinya.

Dulu, aku pernah memiliki seorang teman yang sangat dekat. Kami sering pulang sekolah bersama, berbagi makanan, bahkan saling bertukar cerita tentang hal-hal kecil yang kami alami. Namanya Rino. Dia adalah salah satu orang yang paling aku percaya saat itu. Namun, karena satu kesalahan kecil yang tak sengaja aku perbuat, semua hubungan itu runtuh.

Waktu itu aku tanpa sengaja menyebarkan cerita pribadinya. Bukan karena niat jahat, tapi karena aku merasa cerita itu lucu dan ingin membaginya dengan orang lain. Aku tidak sadar bahwa apa yang menurutku lucu, justru menyakitkan baginya. Sejak hari itu, Rino tidak lagi menyapaku. Dia menjauh, dan aku hanya bisa melihat punggungnya yang makin lama makin asing bagiku.

Aku mencoba meminta maaf, tapi setiap kali aku mencoba, lidahku seperti kelu. Ada rasa takut yang menghantui—takut tidak dimaafkan, takut dianggap munafik. Hari demi hari berlalu, dan aku pun mulai terbiasa dengan ketiadaannya. Tapi setiap kali melihat bangku kosong di sebelahku, aku merasa ada yang hilang. Aku tahu, aku kehilangan teman karena kebodohanku sendiri.

Suatu hari, aku memberanikan diri untuk menulis surat. Isinya tidak panjang, hanya beberapa kalimat yang jujur keluar dari hati. Aku tidak berharap banyak, hanya ingin dia tahu bahwa aku benar-benar menyesal.

"Rino, maafkan aku. Aku tahu aku sudah membuat kesalahan. Aku tidak berharap semuanya kembali seperti dulu, tapi aku ingin kau tahu bahwa aku menyesal dan sungguh minta maaf."

Aku menyelipkan surat itu ke dalam laci mejanya sebelum pulang. Besok paginya, saat aku tiba di kelas, dia masih belum berbicara denganku. Tapi ada sesuatu di mejaku—sebuah catatan kecil dengan tulisan tangannya.

"Aku butuh waktu. Tapi aku menghargai kejujuranmu. Terima kasih."

Hari itu aku belajar, bahwa permintaan maaf bukan hanya tentang kata-kata, tapi juga tentang keberanian untuk mengakui kesalahan. Mungkin butuh waktu untuk memaafkan, tapi keberanian untuk meminta maaf adalah langkah pertama yang paling penting.

Kadang, permintaan maaf tidak akan langsung memperbaiki semuanya. Tapi tanpa permintaan maaf, tak akan pernah ada kesempatan untuk memperbaiki apa pun.– Rezqi Abdina

0 comments:

Posting Komentar

Kontak

Hubungi saya kalau kalian penasaran


Alamat Rumah

JL. Kuin Selatan Gg. Al-Hidayah No.102 RT.01 RW.01 Cerucuk, Banjarmasin Barat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Nomer Handpohone

+(62)821-5365-6192

Website Jualan

Abdina Store