• Youtube
  • Instagram

Senin, 09 Juni 2025

PERSAHABATAN

 


Persahabatan adalah sesuatu yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Ia hadir di antara tawa dan air mata, di antara pertemuan dan perpisahan, di antara hal-hal sederhana yang sering kali tak kita sadari. Tidak semua orang bisa menjadi sahabat, dan tidak semua sahabat bisa bertahan selamanya. Namun, setiap sahabat yang pernah hadir, pasti meninggalkan jejak di hati kita.

Aku masih ingat saat pertama kali aku bertemu dengan seseorang yang akhirnya menjadi sahabatku. Kami duduk bersebelahan di bangku kelas saat masa orientasi sekolah. Awalnya, aku tidak terlalu memperhatikannya. Dia tampak pendiam dan serius, seperti aku. Tapi siapa sangka, dari obrolan kecil tentang tugas, kami mulai mengenal satu sama lain lebih dalam. Dari sekadar teman sebangku, menjadi teman sebidang dalam kehidupan.

Namanya Adit. Kami sering menghabiskan waktu bersama, baik di sekolah maupun di luar. Kami pernah saling bantu saat ada masalah keluarga, pernah saling menutupi saat salah satu dari kami ingin menghindari pelajaran olahraga, bahkan pernah sama-sama dihukum karena tertangkap tidur di kelas. Hal-hal sederhana itu membuat hubungan kami makin kuat.

Namun, seperti roda kehidupan, persahabatan juga tak selalu berjalan mulus. Ada saat-saat di mana kami bertengkar karena hal sepele. Pernah sekali kami tidak berbicara selama seminggu hanya karena perbedaan pendapat saat mengerjakan tugas kelompok. Aku merasa kecewa, dia juga begitu. Tapi di hari ke-7, dia menepuk pundakku dan berkata, “Maaf ya, Qi. Gak enak rasanya gak ngobrol sama kamu.” Aku tersenyum. Kadang, satu permintaan maaf bisa memperbaiki banyak hal yang sempat rusak.

Persahabatan tidak selalu tentang selalu sepakat. Tapi tentang bagaimana dua orang yang berbeda tetap saling menghargai dan memilih untuk tetap bertahan bersama.

Lalu waktu berjalan. Kami lulus, memilih jalan masing-masing. Aku kuliah di kota yang berbeda. Kami jarang bertemu, komunikasi pun mulai renggang. Namun ada satu momen, di mana aku benar-benar merasa bahwa persahabatan kami tidak pernah benar-benar hilang.

Saat aku sedang mengalami masa sulit dalam hidup—bingung dengan masa depan, merasa tidak punya arah, dan nyaris menyerah—sebuah pesan muncul di ponselku.

“Qi, gak apa-apa kok kalau kamu lagi lelah. Tapi jangan berhenti. Aku tahu kamu kuat.”

Pesan itu dari Adit. Aku tidak pernah cerita padanya tentang apa yang aku alami. Tapi entah bagaimana, dia tahu. Dan itu cukup untuk menguatkanku kembali. Di situlah aku sadar bahwa sahabat sejati adalah mereka yang tetap hadir, meski jarak dan waktu memisahkan.

Kini, meski kami tidak selalu bersama, aku tahu bahwa ada satu benang yang masih mengikat kami—sebuah benang yang bernama kenangan dan rasa saling mengerti.

Persahabatan bukan tentang seberapa sering kalian bertemu, tapi tentang seberapa dalam kalian saling mengenal dan menerima satu sama lain apa adanya. – Rezqi Abdina

0 comments:

Posting Komentar

Kontak

Hubungi saya kalau kalian penasaran


Alamat Rumah

JL. Kuin Selatan Gg. Al-Hidayah No.102 RT.01 RW.01 Cerucuk, Banjarmasin Barat, Banjarmasin, Kalimantan Selatan

Nomer Handpohone

+(62)821-5365-6192

Website Jualan

Abdina Store